Bagaimana Tahap Awal Mengantisipasi Windows Error ?

Back Up And Restore Keys For Computer Data Security

Bagaimana Tahap Awal Mengantisipasi Windows Error ?

Pengguna windows pasti setidaknya pernah mengalami install error, data corrupt, gagal update dan masalah lainnya. Efeknya pada windows ialah dari mulai booting yang lama, bootloop ( booting yang berulang tanpa bisa masuk ke windows ), banyak software yang tidak bisa dijalankan dan lain sebagainya. Apabila terjadi masalah tersebut, kebanyakan pengguna akan memilih untuk install ulang windows dengan resiko data C akan hilang bahkan apabila ada kesalahan dalam menginstall windows, data pribadi lain juga akan terkena imbasnya.

Ada cara untuk mengatasi error pada windows tanpa harus menginstall ulang, yaitu membuat restore point atau recovery image. Apa sih bedannya ? pada saat membuat restore point, sistem akan menyimpan semua settingan seperti registry, sistem files dan driver. Agar jika nantinya Windows 10 mengalami masalah, dapat diselesaikan dengan cara rollback ke restore point tersebut, sedangkan recovery image berguna untuk membackup data utama atau data C pada windows. Dalam kasus ini, membuat recovery image membutuhkan ruang penyimpanan yang sangat besar, tergantung besaran data C yang akan di backup.

Cara membuat Restore Point

Pertama buka System Properties lalu klik ‘System protection‘ (A) atau kamu dapat membukanya secara cepat dengan cara buka kotak RUN (WinKey + R) lalu ketikan ‘SystemPropertiesProtection‘ (B).

Setelah system properties terbuka, secara default jika kamu sebelumnya belum mengutak-atik bagian ini, pada bagian Drive Protection statusnya adalah ‘Off’, jadi perlu diaktifkan dengan cara klik ‘Configure‘. Kemudian klik lagi ‘Turn on System protection‘ lalu pada bagian bawah atur slide pada bagian Max Usage kira-kira 10-15% ini berguna untuk mengatur ruang yang digunakan oleh sistem untuk menyimpan restore point. Setelah selesai klik OK.

Kemudian pilih ‘Create‘, akan muncul pop-up untuk memberikan nama/deskripsi dari restore point tersebut, isi sesuai dengan keinginan lalu pilih ‘Create‘ dan proses pembuatan restore point pun akan dimulai.

Setelah selesai maka kedepannya jika Windows 10 mengalami masalah, kamu dapat kembali dengan menggunakan restore point untuk memecahkan masalah.

Cara membuat Recovery Image

Pertama buka Control Panel, lalu klik ‘Backup and Restore (Windows 7)‘.

Lalu pada bagian pojok kiri atas, klik ‘Create a system image‘.

Lalu selanjutnya untuk menentukan dimana System Image tersebut akan disimpan kamu diberikan 3 pilihan, yakni.

On a Hardisk : Menyimpannya di partisi lain (namun masih physical drive yang sama) atau dengan menggunakan media eksternal seperti HDD eksternal.

On one or more DVDs : Menyimpannya disatu atau lebih DVD.

On a Network Location : Menyimpannya pada suatu jaringan network, contohnya seperti server atau client lain pada jaringan yang sama.

Pilih salah satu diantarnya, disini saya memilih opsi ‘On a Hardisk‘. Jika sudah klik Next.

Terakhir sebelum dilakukannya proses backup. Akan diberikan total besar size yang akan digunakan Image serta drive mana saja yang akan ter-backup. Klik ‘Start backup‘ untuk memulai proses.

Proses backup akan berlangsung selama 30 hingga 40 Menit atau lebih, tergantung dari total size System Image yang dibackup. Setelah proses backup selesai, akan muncul opsi untuk membuat ‘System Repair Disc‘. System repair disc sendiri adalah membuat recovery dengan media CD/DVD, yang digunakan untuk boot ke System Recovery Options untuk merecovery sistem. Karena saat ini kamu tidak membutuhkan opsi tersebut, jadi pilih saja ‘No’.

Dan dengan begitu maka proses Backup Image telah selesai. Hasilnya dapat kamu lihat pada lokasi dimana folder Image backup (WindowsImageBackup) disimpan.

Untuk size dari folder WindowsImageBackup (57.7GB) sendiri memang besar dan hampir sama dengan ukuran Image Drive aslinya (62.1GB) ini karena proses full backup hanya dengan compresi standard, sehingga nantinya proses restore image akan menjadi lebih cepat.

Gampang kan…

Note : disarankan melakukan proses ini pada saat kondisi windows sedang prima ( tidak bermasalah ) karena hasil dari restore point dan recovery image tergantung pada kondisi windows saat restore point dan recovery image dibuat.

Selanjutnya kita bahas cara menggunakannya…

Sumber : https://winpoin.com