Bagaimana Cara Install Sistem Operasi di Laptop ?

Bagaimana Cara Install Sistem Operasi di Laptop ?

Komputer atau Laptop bisa dibilang sudah  menjadi kebutuhan primer khususnya dikalangan pekerja kantoran dan pelajar. Apalagi semenjak pandemi 2019 lalu, semua kegiatan seperti pembelajaran, rapat, pengerjaan tugas, semuanya dilakukan menggunakan laptop. namun apalah gunanya laptop tanpa sistem operasi. Sistem operasi merupakan perangkat lunak sistem yang berguna untuk mengatur fungsi dari perangkat keras. Tanpa sistem operasi, laptop atau computer tidak ada gunanya. Kalian hanya bisa melihat tampilan bios komputer. Ada beberapa macam sistem operasi, diantaranya Windows, Linus, Machintos

Sistem operasi yang kali ini akan dibahas yaitu windows. Windows merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft. Sistem operasi ini terbilang yang paling banyak digunakan di Indonesia karena tampilannya yang menarik dan juga banyaknya ketersediaan perangkat lunak yang mendukung.

Gimana sih caranya install windows ?

Langkah awal untuk menginstall windows adalah, kalian harus punya softwarenya dulu. Untuk windows 7, 8 dan 10 kalian bisa membelinya di toko online ataupun offline. Untuk windows Xp, kalian bisa download Cuma Cuma di website.

Setelah kalian mempunyai softwarenya, langkah selanjutnya ialah memasukan installasi software tersebut menggunakan CD ataupun Flashdisk. (untuk membuat booting / installasi windows kalian bisa menggunakan rufus atau software lain yang serupa di laptop yang sudah diinstall windows) kemudian restart laptop dan arahkan ke menu bios. Lalu arahkan prioritas storage ke flashdisk atau Cd yang terdapat installasi windows.

Berikut tampilan awal booting Windows 10:

Konfigurasi sebelum Install

Pilih bahasa, format jam dan mata uang, serta keyboard sesuai keinginan anda, lalu klik “Next”.

 Klik “Install now” untuk melanjutkan proses install windows 10.

Setelah itu masukan Kode aktivasi yang kalian dapat dari pembelian Cd ataupun secara online.

Pilih jenis windows yang akan di install, klik “Next” untuk melanjutkan proses install.

Setelah membaca license terms, klik checkbox dibawahnya lalu klik “Next” untuk melanjutkan proses install.

Disini ada dua pilihan, yaitu Upgrade atau Custom. Jika anda memilih Upgrade, windows akan otomatis menggunakan partisi yang ada, dan anda tidak dapat merubahnya.

Namun jika anda memilih Custom, anda dapat menentukan partisi mana yang akan digunakan untuk windows, dan anda juga dapat membuat partisi tambahan untuk menyimpan data anda agar terpisah dengan system.

Menentukan Partisi Harddisk

Partisi Harddisk adalah membagi total penyimpanan harddisk menjadi beberapa bagian, nah bagian yang telah dibagi itulah yang disebut partisi. Misalkan kita memiliki harddisk dengan kapasitas 150 GB, lalu kita dapat membagi harddisk tersebut menjadi 2 bagian, bagian pertama disebut Drive C, kita dapat mengalokasikan kapasitas sebesar 50 GB, didalam Drive C ini yang akan digunakan untuk menyimpan system windows. Bagian kedua bisa kita namakan Drive D, yang akan dialokasikan sisa kapasitas setelah dikurangin Drive C yaitu sebesar 100 GB, dalam Drive D ini kita bisa menyimpan data-data kita seperti dokumen, foto, atau file lainnya. Dengan begitu file-file sistem dan data kita tidak tercampur, sehingga ketika windows mengalami gangguan dan terpaksa kita harus melakukan install ulang, data kita tetap aman karena tersimpan pada partisi yang berbeda.

Disini kita memiliki harddisk berkapasitas 32 GB, kita akan membaginya menjadi dua partisi, satu untuk sistem windows sebesar 20 GB, dan sisanya untuk menyimpan data. Klik “New” untuk membuat partisi baru.

Masukkan besarnya kapasitas yang akan dialokasikan untuk partisi yang akan kita buat, lalu klik “Apply”.

Disini windows akan membuat partisi tambahan agar windows dapat berjalan lancar, partisi tambahan tersebut biasanya berisikan bios. Klik “OK” untuk lanjut.

Kita masih memiliki 12.5 GB harddisk yang belum terpartisi, klik pada drive tersebut, lalu klik “New” dan akan otomatis terisi sisa harddisk yang belum terpartisi. Klik “Apply” untuk membuat partisi baru.

Pada akhirnya akan terbentuk tiga partisi “Drive 0 Partition 1” tidak akan terlihat setelah kita login ke windows, “Drive 0 Partition 2” akan menjadi Drive C yang akan digunakan menyimpan sistem windows, “Drive 0 Partition 3” akan menjadi Drive D yang akan digunakan untuk menyimpan data-data kita. Selanjutnya klik “Drive 0 Partition 2” lalu klik “Next” untuk memulai prosess install.

Tunggu sampai proses install selesai, PC akan restart otomatis.

Install Selesai

Gampang kan cara install windows. Setelah windows terinstall, beberapa laptop membutuhkan driver tambahan seperti grafik dan beberapa driver penunjang. Jadi pastikan laptop terhubung ke internet agar dapat mendownload package tambahan. Proses ini memakan waktu yang tidak sebentar, tergantung dari kecepatan internet dan performa laptop. supaya sistem operasi tidak bermasalah, jangan mematikan paksa laptop pada saat update. Hal itu dapat menyebabkan data corrupt pada windows sehingga windows tidak dapat melakukan booting. Maka dari itu pengguna harus membuat data recovery atau restore point agar jika terjadi masalah pada windows, pengguna tidak perlu menginstall ulang windows.

Selanjutnya akan kita bahas cara membuat restore point…